PESTONA Pestisida Organik

PESTONA Pestisida Organik

17PESTONA Pestisida Organik mewujudkan komoditas pertanian Nasa selaku pengendali hama flora alamiah pada flora pangan beserta hortikultura serta tumbuhan tahunan. Merk pengendali hama sejak Natural Nusantara ini diproses sedari implikasi ekstraksi berbagai bahan alamiah yg berisi bahan aktif yg adalah pengendali hama bersama penyakit alamiah. Zat aktif tersebut antara lain : Azadirachtin, Ricin (asam ricin), Polifenol, Alkaloid, Sitral, Eugenol, Annonain, Nikotin dengan lain-lain.

 

Sifat PESTONA

  • Gampang terurai dialam sampai-sampai enggak mencemari lingkungan
  • Relatif terjamin bagi jiwa, hewan piaraan, serta musuh alamiah hama tumbuhan.
  • Tumbuhan/buah leluasa sisa kimia serta terjaga dimakan.

Mekanisme Kerja PESTONA

PESTONA kagak membunuh hama metode akas, kecuali berpengaruh pada ikhtiar makan, pertumbuhan, ikhtiar reproduksi, mekanisme ganti kulit, hambatan penggarapan serangga dewasa, menghambat komunikasi seksual, penurunan upaya tetas telur, serta menghambat pembuatan kitin. Selain itu berperan selaku zat pemandul, mengganggu mekanisme perkawinan serangga hama, menghambat peletakkan telur dengan dapat bertugas metode kontak beserta sistemik. PESTONA mempunyai upaya kerja di dalam mengurangi napsu makan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) maupun mencegah OPT meghancurkan flora lebih banyak, meskipun jarang memicu kematian cepat pada serangga/hama.

HAMA SASARAN PESTONA :
wereng, walang sangit, penggerek batang, belalang, kepik, thrips, tungau, ulat, Uret dengan lain-lain.

CARA PEMAKAIAN PESTONA :

  • Larutkan lima cc – sepuluh cc / satu liter air (tujuh-sepuluh tutup/tangki). Aduk sampai merata.
  • Semprotkan/gemborkan pada flora yg terkena serangan hama ala merata.
  • Buat keterlibatan yg maksimal selaiknya tumbuhan disemprot/digembor sesering bisajadi, minimal tiga (tiga) kali penyemprotan/penggemborkan per musim.
  • Seharusnya masa penyemprotan/penggemborkan pada sore hari.
Natural BVR Pengendali Hama Tanaman

Natural BVR Pengendali Hama Tanaman

16Natural BVR (Beuveria Bassiana) mewujudkan tidak benar satu ciptaan pestisida organik PT Natural Nusantara selaku pengendali hama dengan penyakit pada tumbuhan. Natural BVR sangat efektip beserta efisien memberantas hama sasaran, bakal membedakan tak bakal virulen musuh alamiah, oleh karena itu, sangat selaras serta keselarasan alam. Natural BVR mendukung program pertanian berkelanjutan, gampang dipakai beserta harganya memadai terjangkau, terjamin bagi lingkungan, jiwa bersama pula hewan.

 

16

Kegunaan Pemakaian Natural BVR

  1. BVR Efektip beserta efisien terhadap hama sasaran
  2. BVR Enggak jahat musuh alamiah
  3. BVR Selaras keselarasan alam, gampang bersama relatif murah
  4. BVR Mendukung program pertanian berkelanjutan
  5. BVR Terjamin terhadap lingkungan, insan bersama hewan
  6. Mekanisme Kerja Natural BVR

Natural BVR masuk melalui mulut serangga hama, berikutnya tumbuh serta berkembang menghancurkan sistim organ sedari di dalam. BVR menempel pada kulit hama bersama mengeluarkan enzim (Kitinase, Protease, Lipase) buat menghancurkan kulit. BVR mengeluarkan racun (Beauvericin, Beauveroilides, Asam oksalat) bagi membunuh hama. Miselium tumbuh ala progresif beserta timbul badan buah berwarna putih pada hama yg mati, kalau hama terinfeksi tersinggung hama sehat, karena itu hama berniat tertulari, penularan dapat melalui angin. Kematian hama berkisar + empat-delapan hari setelah terinfeksi BVR.

Flora Sasaran
Padi, Bawang merah, Kacang panjang, Cabe, Tomat, Kubis, Buncis, Semangka, Kentang, Apel, Mangga, Coklat

Hama Sasaran Primer
Wereng (Nilaparvata sp.; Nephotettix sp.; Sogatella sp.), Penggerek batang padi (Thryporhiza sp.; Chilo supressalis), Walang sangit (Leptocorixa accuta), Kutu Daun, Kutu Dompolan, Penggerek buah coklat

PETUNJUK PENGGUNAAN BVR

  • Takaran satu-dua gram/liter atau juga + seratus gram per seribu m2
  • Semprotkan ke tumbuhan pada sore hari
  • Dapat dicampurkan bersama POC NASA atau juga Hormonik

PERINGATAN PENGGUNAAN BVR!
Jangan dicampur serta pestisida lain.
Simpan ditempat yg sejuk bersama terlindung semenjak sinar matahari langsung.

NATURAL GLIO PENGENDALI JAMUR FUSARIUM

NATURAL GLIO PENGENDALI JAMUR FUSARIUM

15

Natural GLIO ialah ciptaan pengendali hama bersama penyakit tumbuhan sejak PT. Natural Nusantara. Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tumbuhan, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali beserta kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji serta akar-akar flora sedari sumber infeksi penyakit, terjamin terhadap lingkungan, sosok beserta hewan, selaras bersama keselarasan alam, gampang beserta murah.

Natural GLIO berkarakter Hiperparasit terhadap pathogen penyakit flora, sampai-sampai terjadi persaingan tempat hidup bersama nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik ialah Gliovirin bersama Viridin yg bakal beracun pathogen penyebab penyakit flora dengan Natural GLIO ini mau berkembang lantas mengkolonisasi melindungi tumbuhan mulai hambatan pathogen.

MENGAPA MENGGUNAKAN GLIO

  1. Mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit flora.
  2. Mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali beserta kolonisasi tanah oleh GLIO.
  3. Mampu melindungi perkecambahan biji bersama akar-akar flora mulai sumber infeksi penyakit.
  4. Terjamin terhadap lingkungan, mahluk bersama hewan.
  5. Selaras bersama keselarasan alam, gampang serta murah.

SASARAN
Cabe, Tomat, Kubis, Terong, Bawang merah, Bawang daun, Semangka, Melon, dll.

PATHOGEN / Sumber Infeksi Penyakit
Fungsi/sasaran primer :

  • Rebah semai (Phytium sp. Rizoctonia sp.)
  • Penyakit Layu (Fusarium sp. Pseudomonas sp.)

Fungsi/sasaran lainnya :

  • Penyakit Antraknosa (Colletrotichum sp. Gloeosporium sp.)
  • Akar Gada/Bengkak (Plasmodiphora sp.)

Catatan :

  • GLIO terutama berkarakter prefentif (pencegahan).
  • GLIO terutama mengendalikan penyakit yg berada pada tanah.

MEKANISME KERJA GLIO
GLIO berkarakter Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tumbuhan, sampai-sampai terjadi persaingan tempat hidup serta nutrisi. GLIO mengeluarkan zat antibiotik ialah Gliovirin beserta Viridin yg bakal virulen pathogen penyebab penyakit flora dengan GLIO ini berniat berkembang kemudian mengkolonisasi melindungi tumbuhan sejak hambatan pathogen.

PETUNJUK PENGGUNAAN

  1. Pemakaian langsung, pada flora holtikultura bersama pangan diberi satu – dua gr setiap tumbuhan pada lobang yg hendak ditanami.
  2. Pemakaian dengan pupuk kandang (lebih dianjurkan), satu bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kilogram , diamkan + satu minggu di dalam kondisi lembab, hangat nanti dipakai selaku pupuk dasar.
  3. Tumbuhan terinfeksi penyakit, jikalau terjadi indikasi serangan pathogen, bahwa
  4. Bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang alias kompos dua-tiga kilogram lantas diamkan + satu minggu anyar dipakai, takaran dua-tiga sendok makan pada flora terserang.
    Catatan : masa pemberian GLIO sore hari.

PERINGATAN

  1. Jangan dicampur serta pestisida lain.
  2. Simpan ditempat yg sejuk ( temperatur 250 – 300 C ) serta terlindung semenjak sinar matahari langsung.
NATURAL PENTANA PESTISIDA ALAMI

NATURAL PENTANA PESTISIDA ALAMI

Natural Pentana sangat efektif menanggulangi serangan hama pada tanaman.
Natural Pentana sangat efektip menanggulangi serangan hama pada flora.

Natural PENTANA ialah tidak benar satu alternatif pengendalian hama yg efektip, efisien bersama ramah lingkungan. Dilaksanakan sedari saripati sejumlah tumbuhan tertentu dan metode alamiah. Keunggulan sejak PENTANA, ialah pengendali hama organik, mengendalikan hama sasaran ala akas, gampang diaplikasikan pada lapangan, kagak membunuh musuh alamiah, enggak mencemari lingkungan, gampang terurai (biodegradable).

KEUNGGULAN

Mewujudkan pengendali hama organik.
Mengendalikan hama sasaran metode singkat.
Gampang diaplikasikan pada lapangan.
Enggak membunuh musuh alamiah.
Enggak mencemari lingkungan.
Gampang terurai (biodegradable).
CARA PAKAI :
Campurkan lima belas – 45 cc Pentana + lima -sepuluh cc Aero + sedikit air di dalam wadah,aduk rata lantas tuangkan ke tangki semprot serta tambah air hingga penuh.

PETUNJUK KEAMANAN :
Simpan pada tempat terjamin serta jauh mulai jangkauan anak.